Indonesia | English
Sinas
Judul
PENERAPAN LOW POWER RADAR NAVIGASI DAN AIS UNTUK KAPAL NELAYAN DI ATAS 30 GROSS TON (GT) DI WILAYAH PERBATASAN ZONA EKONOMI EKSKLUSIF (ZEE)
Outline

Indonesia adalah negara kepulauan dengan jumlah pulaunya yang mencapai 17.499 pulau dan luas wilayah perairan mencapai 5,8 juta km2, serta panjang garis pantai yang mencapai 81.900 km2. Dua pertiga dari wilayah Indonesia adalah laut, implikasinya, hanya ada tiga perbatasan darat dan sisanya adalah perbatasan laut. Perbatasan laut Indonesia berbatasan dengan 10 negara diantaranya Malaysia, Singapura, Filipina, India, Thailand, Vietnam, Republik Palau, Australia, Timor Leste, dan Papua Nugini. Tidak Jarang Kapal nelayan kita dengan tipe diatas 30 Gross ton yang mencari ikan mendekati wilayah perbatasan (Green Area), Bahkan sampai melewati batas Laut ZEE Indonesia (200 mil laut dari garis pangkal). Hal ini mengakibatkan Banyaknya kapal nelayan yang ditangkap oleh pihak berwenang dari negara tetangga. Sebaliknya kapal nelayan negara tetangga sangat mudah melewati batas negara, pelanggaran itu di saksikan langsung oleh kapal nelayan kita, dan tidak bisa di laporkan ke mahkamah internasional dikarenakan tidak mempunyai alat bukti pelanggaran batas wilayah. Dengan demikian sangat di perlukan sebuah kapal nelayang yang biasa beroprasi di wilayah ZEE yang dekat dengan perbatasan dilengkapi dengan Teknologi tepat guna sebagai alarm atau gambaran jika mendekati wilayah perbatasan serta dapat merekan bukti data jika bertemu nelayan asing yang melewati batas negara. Penelitian ini akan membuat mini radar low cost dengan jarak maksimum 5 Nm dilengkapi dengan AIS.
Dalam penelitian INSINAS 2017 ini (kelanjutan kegiatan tahun 2016) akan difokuskan pada rancang bangun sistem radar navigasi yang dilengkapi sistem AIS (Automatic Identification System) dan integrasi keseluruhan sistem (pemancar dan penerima) serta karakterisasi sistem. Hasil pengembangan radar navigasi ini diharapkan dapat digunakan oleh berbagai jenis kapal nelayan dengan harga lebih terjangkau. Metode yang akan digunakan dalam perancangan komponen RF/IF dan signal generator adalah dengan mengintegrasikan modul-modul ke dalam beberapa board sehingga bisa lebih kecil dan lebih ringan.

KoordinatorYudi Yuliyus Maulana
Tahun Kegiatan2017
KategoriSinas
Tahun Ke
Sumber DanaLain-lain
Lokasi
Bidang Prioritas
Output

Anggota